Bayi Tabung

Bayi Tabung: Solusi Memperoleh Keturunan dengan Bantuan Teknologi Medis

Kiat Sehat – Apa Anda pernah mendengar kata bayi tabung? Bayi tabung sendiri merupakan istilah untuk menyebut bayi yang didapat dari proses Fertilisasi In Vitro (IVF). IVF merupakan proses pembuahan sel telur oleh sel sperma yang dilakukan di dalam laboratorium.

Sebagai proses pembuahan di laboratorium, tentu proses IVF dilakukan dalam pantauan dokter. Karena inilah keberhasilan proses IVF sendiri cukup besar dan sudah banyak dilakukan di seluruh dunia.

Serangkaian Proses IVF dalam Pembentukan Bayi Tabung

Meski merupakan cara mendapat keturunan melalui bantuan teknologi medis, proses pembentukan bayi tabung tidaklah singkat. Ada beberapa tahapan IVF yang harus dilakukan. Nah, berikut ini beberapa tahapan IVF yang harus dilakukan sebelum bayi tabung terbentuk.

1. Stimulasi Ovarium

Tahapan pertama yang mesti Anda jalani dalam program bayi tabung adalah simulasi ovarium. Pada simulasi ovarium, pasien akan diberi obat untuk merangsang pembentukan sel telur yang berkualitas. Tenang saja, pemberian obat ini dipantau dokter, jadi pastinya aman.

Proses stimulasi ovarium sendiri akan dilakukan selama dua minggu. Selama dua minggu, kondisi pasien akan benar-benar dipantau oleh dokter. Dokter juga akan melakukan cek darah dan pemindaian ultrasonik untuk memantau kadar hormon dan pertumbuhan folikel pasien.

Baca Juga :  Mengurai Ancaman: Penyakit yang Timbul Akibat Gaya Hidup Tidak Sehat dan Cara Mencegahnya

2. Pengambilan Sel Telur

Setelah sel telur berkualitas yang siap dibuahi ada banyak di tubuh pasien, sekarang saatnya dokter mengambil sel telur tersebut. Proses pengambilan sel telur ini dikenal juga dengan aspirasi folikel.

Nah, proses ini nantinya akan dilakukan dalam anestesi umum atau lokal. Prosesnya sendiri dilakukan dokter dengan memasukan jarum kecil melalui dinding vagina, kemudian dokter akan menghisap sel telur  telur dari folikel ovarium dengan bantuan sinar-X atau ultrasonografi.

Nantinya sel telur yang sudah berhasil diambil akan dipersiapkan untuk menuju proses pembuahan. Sel telur akan dibersihkan dan diproses lagi di laboratorium untuk memastikan sel telur tersebut berkualitas dan siap dibuahi.

3. Pembuahan

Kalau tadi dokter sudah menyiapkan sel telur, sekarang dokter akan menyiapkan sel sperma. Sel sperma dalam IVF ini dapat berasal dari pasangan suami istri atau dari donor sperma. Tiap sel sperma yang diambil akan diperhatikan kualitasnya dengan ketat.

Setelah sel sperma berhasil diambil, sel sperma akan digabungkan dengan sel telur dalam wadah khusus di laboratorium. Proses ini dikenal dengan nama inseminasi. Nah, proses inseminasi ini dilakukan dengan bantuan teknologi Intracytoplasmic Sperm Injection (ICSI) untuk memastikan prosesnya sukses.

Baca Juga :  Menerapkan Gaya Hidup Sehat untuk Meningkatkan Peredaran Darah: Contoh dan Tips

Setelah nantinya proses pembuahan selesai, sel telur yang berhasil dibuahi akan tetap dikembangkan di laboratorium selama beberapa hari untuk melihat prosesnya. Nantinya dokter akan memantau pertumbuhan embrio dan hanya memilih embrio yang berkualitas.

4. Transfer Embrio

Proses selanjutnya dari pembentukan bayi tabung adalah transfer embrio. Embrio yang dipilih adalah embrio yang berkualitas dan sudah siap dipindahkan. Tenang saja, untuk proses transfer embrio ini tak akan sakit, kok. Bahkan pasien tak perlu dianestesi untuk menjalani prosedur transfer embrio ini.

Pada proses transfer embrio, dokter akan memasukan kateter melalui vagina ke dalam rahim. Nantinya embrio yang akan ditransfer akan dilewatkan pada kateter tersebut hingga tiba di rahim. Setelah itu kateter akan dikeluarkan dan prosedur transfer embrio pun selesai.

Setelah transfer embrio selesai, pasien nantinya akan diminta istirahat dan diawasi dokter untuk memastikan proses transfer embrio berlangsung lancar tanpa masalah.

5. Monitoring Kehamilan

Walau proses transfer embrio telah selesai, pasien tetap harus menemui dokter dalam jangka waktu tertentu untuk memonitoring kehamilan. Tujuannya tentu saja untuk memastikan tak ada masalah selama kehamilan.

Baca Juga :  Kesehatan Mental: Pilar Penting untuk Keseimbangan dan Kesejahteraan

Tak hanya memantau agar tak ada masalah selama kehamilan. Selama monitoring kehamilan, dokter akan membantu pasien untuk melewati proses kehamilan dengan lancar dan sukses. Anda juga bisa loh meminta saran dokter selama melakukan monitoring kehamilan ini.

Rangkuman

Bagaimana? Sekarang sudah tau, kan apa itu bayi tabung dan bagaimana proses IVF terjadi? Melakukan prosedur bayi tabung dan IVF ini memang solusi yang sangat baik untuk Anda yang mau punya keturunan tapi masih merasa kesulitan.

Tenang saja, proses IVF bisa sangat menyenangkan selama Anda memilih dokter yang tepat dan berpengalaman menangani prosedur bayi tabung. Kalau Anda masih bingung di mana bisa temukan dokter IVF yang berpengalaman, Anda bisa coba layanan dokter Morula IVF.

Dokter Morula IVF akan membantu Anda melakukan prosedur bayi tabung dengan aman, mudah, dan nyaman. Semua proses IVF akan diawasi secara ketat dan berkala oleh dokter berpengalaman, sehingga pasti aman dan nyaman.

Tentunya Anda juga bebas konsultasi sepuasnya pada dokter Morula IVF seputar bayi tabung dan IVF. Tanyakan saja info yang Anda butuhkan agar mendapat penanganan dokter dengan tepat, ya. Segera hubungi Morula IVF segera dan dapatkan penanganan IVF handal dari dokter terbaik dan berpengalaman.

Check Also

Gaya Hidup Sehat

Menerapkan Gaya Hidup Sehat untuk Meningkatkan Peredaran Darah: Contoh dan Tips

Pendahuluan Kiat Sehat – Peredaran darah yang sehat merupakan salah satu faktor penting bagi kesehatan …